MASTERING DENGAN WAVELAB

MASTERING DENGAN WAVE-LAB

         
          Salah satu software yang dapat dipergukan untuk melakukan proses mastering audio/musik/lagu adalah Steinberg Wave-lab, yang cukup mudah dipergunakan dan mudah didapatkan, serta cukup fleksibel karena dapat mengakomodir plugin-plugin tambahan semacam TLS Pocket Limiter, PSP Vintagemeter, BX Solo, Magneto, Analog Mastering Tools (AMT), EMI TG 12413-limiter dan masih banyak plugin-plugin lainnya. Walhasil, dengan tambahan plugin-plugin tersebut kita dapat memperoleh hasil mastering yang maksimal dan cenderung setara dengan hasil mastering studio-studio besar lainnya.

            Pertanyaan yang muncul di benak kita selanjutnya adalah , "Bagaimana cara atau proses mastering dengan menggunakan software ini ?
 
          Pertama-tama adalah jalankan software Wavelab tersebut dan akan muncul tampilan seperti gambar di atas, kemudian open file audio/musik/lagu yang telah selesai di mixing ada akan di mastering, dengan cara menekan icon open Wave-file yang ada di sebelah kiri atas layar. Dan bila lagu yang akan kita mastering telah masuk, maka akan muncul gambar seperti disamping ini. Judul lagu yang akan kita mastering pun akan muncul dibagian atas.
            Langkah berikutnya adalah memasang plugin-plugin yang akan kita pergunakan untuk mendukung proses mastering kita, yaitu pada bagian effectnya isikanlah plugin-plugin Resampler 192 KHz (untuk mengakomodir file-file digital), BX Solo (untuk sedikit melebarkan nuansa stereo dan menaikkan gain), VST Dynamic (untuk mengurangi clipping),   PSP Vintagemeter (untuk memantau proses mixing kita) dan TLS Pocketlimiter (untuk menaikkan gain secara umum), sehingga akan muncul tampilan seperti disamping ini.
 
             Mainkan audio/musik/lagu yang akan kita mastering tersebut, dan perhatikan bagian bawah sebelah kiri, disana muncul digital detection atas kekerasan lagu yang akan kita mastering tersebut. Maka akan tampak seperti gambar di samping ini. Perhatikan bagian bawah, yaitu terdapat 3 kotak yang berwarna hitam, kotak yang paling kiri menunjukkan gain/level (kekerasan audio/lagu/musik kita), bagian tengah atau kkotak kecil menunjukkan spectrum analizer (cakupan ruang dari audio/musik kita), dan kotak yang paling kiri menunjukkan real time frekwensi analizer (analiza frekwensi-frekwensi yang terreproduksi dalam komposisi audio kita (mulai 20 Hz sampai dengan 20 KHz) yang terintegrasi dengan indikator kekerasan untuk tiap-tiap frekwensi (dalam ukuran db), hal ini sesuai dengan batas ambang pendengaran manusia.
 
              Berikutnya atur PSP Vintagemeter pada posisi -6 db, caranya klik tulisan PSP Vintage meter, maka akan muncul knob-knob dan aturlah knob OVU refer-level pada posisi -6 db. Klik kembali tulisan PSP Vintage-meter untuk mengembalikannya ke posisi level meter.
                Naikkan gain level pada TLS Pocket-limiter sampai jarumnya bergerak mendekati angka nol, tetapi perlu diwaspadai, jangan sampai led warna merah menyala. Hal ini menunjukkan bahwa musik kita mengalami clipping atau melebihi ambang batas kekerasan dan bisa menyebabkan pecahnya suara audio/musik yang kita mastering.
 
            Setelah semuanya sesuai dengan yang kita inginkan, kemudian renderlah musik kita, dengan cara meng-klik tombol render yang ada di bagian bawah.
 
               Lakukan analisa terhadap proses mastering kita dengan meng-klik tombol Analysis - Global Analysis - Loudness - Analyse, maka akan ditunjukkan kepada kita RMS Power yang terbagi untuk bagian Kanan dan Kiri yang masing-masing menunjukkan Maksimum, Minimum, Average dan Around Cursor. Perhatikan bahwa pada Average RMS Power hendaknnya kita atur sampai menunjukkan angka antara -12 db sampai dengan -10 db. Inilah standar kekerasan (RMS Power) yang biasanya dipergunakan dalam produk-produk mastering dari luar negeri. Tetapi tidak menutup kemungkinan kita naikkan sampai menembus -9 db, asalkan kita bisa mengatur plugin-plugin yang kita pakai agar jangan sampai terjadi clipping.
 
            Agar proses mastering kita tidak mengandung audio-error, maka lakukan proses pendeteksian dan correction terhadap audio error tersebut, yaitu klik tombol Analysis - Audio error detection and correction - Detect all errors - Correction all errors. Maka akan tampak seperti gambar di samping ini.
 
           Selanjutnya simpan file kita dengan klik tombol File - Save As dan Setting nama file - Save as type Wav atau MP3 128 kbps. Perlu kiranya diperhatikan, agar hasil mastering ini dapat diperdengarkan lewat media-player atau VCD/DVD player, maka untuk penyimpanan file secara wav-file, gunakanlah setting WAV (PCM)/setting/stereo/44100 Hz/16 bit.
 
Selesai sudah proses mastering kita, selamat mencoba semoga berhasil baik...








 

0 comments:

Post a Comment